ANALISIS
UNSUR INTRINSIK DALAM CERITA RAKYAT RADEN
TEMENGGUNG SETIA PAHLAWAN KABUPATEN MELAWI KECAMATAN NANGA PINOH.
Ujian Tengah Semester Mata
Kuliah Metode Penelitian Sastra
Dosen Pengampu Dr. Christanto
Syam, M.Pd.
oleh
TAUFIK
SURAHMAN
F11111049
VI B/Reg. A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN
SASTRA INDONESIA
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
TANJUNGPURA

A.
Judul
Penelitian
Analisis Unsur
Intrinsik dalam Cerita Rakyat Raden
Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh.
B.
Masalah
Penelitian
Secara
umum masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Bagaimana unsur
intrinsik dalam cerita rakyat Raden
Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh.
Selanjutnya
masalah umum tersebut dibatasi menjadi beberapa submasalah yaitu sebagai
berikut.
1. Bagaimana
tokoh dan penokohan dalam cerita rakyat Raden
Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh?
2. Bagaimana
tema dalam cerita rakyat Raden Temenggung
Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh?
3. Bagaimana
amanat dan pesan dalam cerita rakyat Raden
Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh?
C.
Latar
Belakang
1.
Penggambaran
Objek/Situasi yang akan Ditelusuri
a.
Aspek/Fokus
Penelitian
Indonesia
memiliki kekayaan budaya dengan berbagai jenis dan bentuk masing-masing. Budaya
yang dimiliki di Indonesia sebagian besar bersumber dari daerah yang masih
menjaga kelastrian adat dan tradisinya. Satu di antaranya sebuah cerita yang
merupakan peninggalan dari orang tua terdahulu hingga sekarang masih dapat kita
nikmati. Cerita yang berupa peninggalan orang tua terdahulu merupakan bagian
dari cerita rakyat. Karena cerita tersebut pada dasarnya bersumber dari rakyat
serta bertujuan untuk rakyat.
Cerita
rakyat merupakan sastra yang disampaikan melalui lisan sehingga dapat termasuk
ke dalam sastra lisan. Sastra lisan memiliki jenis yang berbeda-beda. Seperti
pantun, mantra, syair, seloka, dongeng, sejarah, cerita dan sebagainya. Cerita
rakyat yang berjudul “Raden Temenggung Setia Pahlawan” merupakan cerita rakyat
yang berupa sejarah. Cerita tersebut mendeskripsikan mengenai perjuangan
seorang pahlawan yang bernama Raden Temenggung melawan pasukan penjajah demi
memperjuangkan kota Nanga Pinoh.
b.
Masalah
Penelitian
Permasalahan
dalam peneltian ini adalah bagaimana unsure intrinsik dalam cerita rakyat
“Raden Temenggung Setia Pahlawan”. Peneltian ini dilakukan karena mengingat
banyaknya potensi budaya yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia tetapi sedikit
yang dilestarikan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melestarikan
budaya-budaya yang telah ada dari segi cerita rakyat.
Cerita
rakyat yang akan diteliti yaitu unsur intrinsinya. Unsur intrinsik yang
dimaksudkan adalah unsur intrinsik yang dibatasi oleh tokoh dan penokohan,
tema, serta amanat dan pesan. Tokoh erat hubungannya dengan penokohan.
Susunan tokoh (drama persone) adalah daftar tokoh-tokoh yang berperan dalam
drama. Abram (dalam Nurgiantoro, 2000:165) mendefinikan tokoh
adalah orang-orang yang ditampilkan dalam
suatu karya naratif atau drama, yang
oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan
kecendrungan tertentu seperti yang ekspreskan dalam ucapan dan apa yang
dilaukan dalam tindakan.
Tema berdasarkan pendapat ahli, yaitu Waluyo
(2001:24) mengemukan bahwa tema merupakan gagasan pokok yang terkandung dalam
drama. Tema berhubungan dengan premis dari drama tersebut yang berhubungan pula
dengan nada dasar sebuah drama dan sudut pandang yang dikemukan oleh pengarang. Amanat Menurut Eddy
(1991: 15), amanat dalam karya sastra berarti pesan yang disampaikan pengarang
kepada pembaca atau pendengarnya/pemirsa lewat karya ciptanya.
2.
Deskripsi
Alasan peneletian
Alasan
peneliti tertarik meneliti unsur intrinsik dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan adalah.
a. Cerita
rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan
merupakan kekayaan budaya yang
dimiliki oleh daerah Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.
b. Cerita
rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan
yang sudah mulai tidak dilestarikan lagi oleh kalangan pemuda sekarang.
c. Cerita
rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan
merupakan cerita yang bersumber dari lisan sehingga bisa dikatakan sebagai
sastra lisan yang sangat menarik dibandingkan dengan sastra lisan yang lainnya.
d. Cerita
rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan
dapat dijadika sebagai pengetahuan mengenai sejarah perjuangan seorang pahlawan
untuk kemerdekaan kota Nanga Pinoh.
Alsan
peneliti memilih Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi untuk dijadikan lokasi
penelitian adalah.
a. Kecamatan
Nanga Pinoh merupakan sumber cerita rakyat Raden
Temenggung Setia Pahlawan tersebut.
b. Banyak
dikalangan orang tua yang masih melestarikan cerita tersebut, sehingga dapat
dijadikan sebagai sumber objek penelitian.
c. Makam
pahlawan Raden Temenggung berada di Kecamatan Nanga Pinoh tepatnya di Desa
Tekelak.
d. Kalangan
anak muda di daerah tersebut sudah mulai berkurang dalam memperhatikan mengenai
suatu budaya seperti cerita rakyat. Dengan demikian penelitian ini sekaligus
untuk meningkatkan minat masyarakat daerah tersebut khususnya anak muda dalam
melestarikan budaya yang telah dimiliki.
3.
Deskripsi
Hasil Penelitian Terdahulu yang Relevan
Di
lingkungan FKIP Untan penelitian tentang cerita rakyat juga pernah dilakukan
oleh Suhaimi (2014) dengan judul “Struktur dan Fungsi Cerita Rakyat Pak Alui
Sastra Lisan Masyarakat Melayu Kabupaten Sanggau”. Metode yang digunakan
Suhaimi dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian
kualitatif serta menggunakan struktur dan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian adalah dengan menggunakan teknik wawancara dan perekam.
Abdul
Rani (2013) denagan judul “Analisis Nilai-nilai Akhlak Islam dalam Kumpulan
Cerita Rakyat Anak Hantu”. Metode yang digunakan Abdul Rani dalam penelitian
ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan objektif dan
menggunakan bentuk penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam
pengumpulan data ini adalah teknik studi dokumenter.
Berdasarkan
hasil penelitian terdahulu yang telah dipaparkan di atas terdapat persamaan dan
perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Persamaan antara
penelitian yang akan dilakukan peneliti dengan penelitian sebelumnya yaitu
sama-sama membahas tentang cerita rakyat, sama-sama menggunakan metode
deskriptif, dan bentuk penelitian kualitatif. Perbedaan antara penelitian yang
akan dilakukan peneliti dengan penelitian sebelumnya, pertama, perbedaan dari
jenis cerita rakyat yang diteliti, yaitu cerita rakyat berupa dongen dan cerita
rakyat yang berupa sejarah. Tempat atau desa yang diteliti yaitu Desa Tekelak
Kecamatan Pinoh Utara kabupaten Melawi. Perbedaan permasalahan penelitian,
yaitu struktur dan fungsi, nilai-nilai akhlak islam, serta unsur intrinsik
dalam cerita rakyat Raden Temenggung
Setia Pahlawan sastra lisan masyarakat kabupaten melawi Kecamatan Nanga
Pinoh.
4.
Hubungan
atau Keterkaitan antara Rencana Penelitian dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra
Indonesia Berdasarkan Kurikulum 2013
Cerita
rakyat merupakan satu di antara jenis sastra lisan. Nilai pendidikan sangat erat kaitannya dengan karya sastra. Setiap karya
sastra yang baik, termasuk cerita rakyat, selalu mengungkapkan nilai-nilai yang
bermanfaat bagi pembacanya. Nilai-nilai tersebut bersifat mendidik serta
menggugah hati pembacanya. Nilai-nilai pendidikan yang dimaksud dapat mencakup
nilai pendidikan moral, nilai adat, nilai agama (religi). Hal ini sesuai
dengan pernyataan Waluyo (1990: 27) bahwa nilai sastra berarti
kebaikan yang ada dalam makna karya sastra bagi kehidupan. Nilai sastra dapat
berupa nilai medial (menjadi sarana), nilai final (yang dikejar seseorang),
nilai kultur, nilai kesusilaan, dan nilai agama.
Melalui cerita rakyat, empat keterampilan berbahasa yang
meliputi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat ditingkatkan melalui
pengajaran cerita rakyat sebagaimateri pengajaran. Dalam mempelajari sebuah
karya sastra, secara otomatis anak didik dapat menyimak cerita dari guru atau teman–temannya. Mereka juga dapat
mengungkapkan kembali cerita tersebut, pada sisi lain mereka juga dapat
menuliskan isi cerita dengan bahasa mereka sendiri. Hal-hal yang dilakukan oleh
para tokoh cerita akan dijadikan inspirasi untuk membentuk dan mengembangkan
cipta, rasa dan karsa dari anak didik di masa yang akan datang. Begitu
juga dalam pembentukan watak anak didik, mereka akan mencontoh sifat dan
karakter serta perilaku tokoh dalam cerita tersebut.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemilihan cerita rakyat sebagai bahan pengajaran
sastra di sekolah sangat tepat. Dalam hal ini cerita rakyat dapat digunakan
sebagai bahan pembinaan dan pengembangan apresiasi sastra Indonesia dan daerah
di sekolah, di masa datang dapat membentuk watak anak yang nantinya akan
dapat menciptakan dan mengembangkan insprasi cipta, rasa dan karsa pada diri
anak, di kala krisis moral sedang melanda negeri ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar