Minggu, 20 April 2014

METODE PENELITIAN SASTRA

ANALISIS UNSUR INTRINSIK DALAM CERITA RAKYAT RADEN TEMENGGUNG SETIA PAHLAWAN KABUPATEN MELAWI KECAMATAN NANGA PINOH.
                       
Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Metode Penelitian Sastra
Dosen Pengampu Dr. Christanto Syam, M.Pd.
                                                                                


oleh
TAUFIK SURAHMAN
F11111049
VI B/Reg. A


UNTAN WARNE.JPG


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2014


A.    Judul Penelitian
Analisis Unsur Intrinsik dalam Cerita Rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh.

B.     Masalah Penelitian
Secara umum masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Bagaimana unsur intrinsik dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh.
Selanjutnya masalah umum tersebut dibatasi menjadi beberapa submasalah yaitu sebagai berikut.
1.      Bagaimana tokoh dan penokohan dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh?
2.      Bagaimana tema dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh?
3.      Bagaimana amanat dan pesan dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh?

C.    Latar Belakang
1.      Penggambaran Objek/Situasi yang akan Ditelusuri
a.      Aspek/Fokus Penelitian
Indonesia memiliki kekayaan budaya dengan berbagai jenis dan bentuk masing-masing. Budaya yang dimiliki di Indonesia sebagian besar bersumber dari daerah yang masih menjaga kelastrian adat dan tradisinya. Satu di antaranya sebuah cerita yang merupakan peninggalan dari orang tua terdahulu hingga sekarang masih dapat kita nikmati. Cerita yang berupa peninggalan orang tua terdahulu merupakan bagian dari cerita rakyat. Karena cerita tersebut pada dasarnya bersumber dari rakyat serta bertujuan untuk rakyat.
Cerita rakyat merupakan sastra yang disampaikan melalui lisan sehingga dapat termasuk ke dalam sastra lisan. Sastra lisan memiliki jenis yang berbeda-beda. Seperti pantun, mantra, syair, seloka, dongeng, sejarah, cerita dan sebagainya. Cerita rakyat yang berjudul “Raden Temenggung Setia Pahlawan” merupakan cerita rakyat yang berupa sejarah. Cerita tersebut mendeskripsikan mengenai perjuangan seorang pahlawan yang bernama Raden Temenggung melawan pasukan penjajah demi memperjuangkan kota Nanga Pinoh.
b.      Masalah Penelitian
Permasalahan dalam peneltian ini adalah bagaimana unsure intrinsik dalam cerita rakyat “Raden Temenggung Setia Pahlawan”. Peneltian ini dilakukan karena mengingat banyaknya potensi budaya yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia tetapi sedikit yang dilestarikan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melestarikan budaya-budaya yang telah ada dari segi cerita rakyat.
Cerita rakyat yang akan diteliti yaitu unsur intrinsinya. Unsur intrinsik yang dimaksudkan adalah unsur intrinsik yang dibatasi oleh tokoh dan penokohan, tema, serta amanat dan pesan. Tokoh erat hubungannya dengan penokohan. Susunan tokoh (drama persone) adalah daftar tokoh-tokoh yang berperan dalam drama. Abram (dalam Nurgiantoro, 2000:165)  mendefinikan  tokoh  adalah  orang-orang  yang  ditampilkan  dalam  suatu  karya  naratif  atau  drama,  yang  oleh  pembaca  ditafsirkan  memiliki  kualitas moral dan kecendrungan tertentu seperti yang ekspreskan dalam ucapan dan apa yang dilaukan dalam tindakan. Tema  berdasarkan pendapat ahli, yaitu Waluyo (2001:24) mengemukan bahwa tema merupakan gagasan pokok yang terkandung dalam drama. Tema berhubungan dengan premis dari drama tersebut yang berhubungan pula dengan nada dasar sebuah drama dan sudut pandang yang dikemukan oleh pengarang. Amanat Menurut Eddy (1991: 15), amanat dalam karya sastra berarti pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengarnya/pemirsa lewat karya ciptanya.
2.      Deskripsi Alasan peneletian
Alasan peneliti tertarik meneliti unsur intrinsik dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan adalah.
a.       Cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan merupakan kekayaan budaya yang dimiliki oleh daerah Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.
b.      Cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan yang sudah mulai tidak dilestarikan lagi oleh kalangan pemuda sekarang.
c.       Cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan merupakan cerita yang bersumber dari lisan sehingga bisa dikatakan sebagai sastra lisan yang sangat menarik dibandingkan dengan sastra lisan yang lainnya.
d.      Cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan dapat dijadika sebagai pengetahuan mengenai sejarah perjuangan seorang pahlawan untuk kemerdekaan kota Nanga Pinoh.
Alsan peneliti memilih Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi untuk dijadikan lokasi penelitian adalah.
a.       Kecamatan Nanga Pinoh merupakan sumber cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan tersebut.
b.      Banyak dikalangan orang tua yang masih melestarikan cerita tersebut, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber objek penelitian.
c.       Makam pahlawan Raden Temenggung berada di Kecamatan Nanga Pinoh tepatnya di Desa Tekelak.
d.      Kalangan anak muda di daerah tersebut sudah mulai berkurang dalam memperhatikan mengenai suatu budaya seperti cerita rakyat. Dengan demikian penelitian ini sekaligus untuk meningkatkan minat masyarakat daerah tersebut khususnya anak muda dalam melestarikan budaya yang telah dimiliki.
3.      Deskripsi Hasil Penelitian Terdahulu yang Relevan
Di lingkungan FKIP Untan penelitian tentang cerita rakyat juga pernah dilakukan oleh Suhaimi (2014) dengan judul “Struktur dan Fungsi Cerita Rakyat Pak Alui Sastra Lisan Masyarakat Melayu Kabupaten Sanggau”. Metode yang digunakan Suhaimi dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif serta menggunakan struktur dan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah dengan menggunakan teknik wawancara dan perekam.
Abdul Rani (2013) denagan judul “Analisis Nilai-nilai Akhlak Islam dalam Kumpulan Cerita Rakyat Anak Hantu”. Metode yang digunakan Abdul Rani dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan objektif dan menggunakan bentuk penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah teknik studi dokumenter.
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang telah dipaparkan di atas terdapat persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Persamaan antara penelitian yang akan dilakukan peneliti dengan penelitian sebelumnya yaitu sama-sama membahas tentang cerita rakyat, sama-sama menggunakan metode deskriptif, dan bentuk penelitian kualitatif. Perbedaan antara penelitian yang akan dilakukan peneliti dengan penelitian sebelumnya, pertama, perbedaan dari jenis cerita rakyat yang diteliti, yaitu cerita rakyat berupa dongen dan cerita rakyat yang berupa sejarah. Tempat atau desa yang diteliti yaitu Desa Tekelak Kecamatan Pinoh Utara kabupaten Melawi. Perbedaan permasalahan penelitian, yaitu struktur dan fungsi, nilai-nilai akhlak islam, serta unsur intrinsik dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan sastra lisan masyarakat kabupaten melawi Kecamatan Nanga Pinoh.

4.      Hubungan atau Keterkaitan antara Rencana Penelitian dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berdasarkan Kurikulum 2013
Cerita rakyat merupakan satu di antara jenis sastra lisan. Nilai pendidikan sangat erat kaitannya dengan karya sastra. Setiap karya sastra yang baik, termasuk cerita rakyat, selalu mengungkapkan nilai-nilai yang bermanfaat bagi pembacanya. Nilai-nilai tersebut bersifat mendidik serta menggugah hati pembacanya. Nilai-nilai pendidikan yang dimaksud dapat mencakup nilai pendidikan moral, nilai adat, nilai agama (religi).  Hal ini sesuai dengan pernyataan   Waluyo (1990: 27) bahwa nilai sastra berarti kebaikan yang ada dalam makna karya sastra bagi kehidupan. Nilai sastra dapat berupa nilai medial (menjadi sarana), nilai final (yang dikejar seseorang), nilai kultur, nilai kesusilaan, dan nilai agama.
Melalui cerita rakyat, empat keterampilan berbahasa yang meliputi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat ditingkatkan melalui pengajaran cerita rakyat sebagaimateri pengajaran. Dalam mempelajari sebuah karya sastra,  secara otomatis anak didik dapat menyimak cerita dari guru atau teman–temannya. Mereka juga dapat mengungkapkan kembali cerita tersebut, pada sisi lain mereka juga dapat menuliskan isi cerita dengan bahasa mereka sendiri. Hal-hal yang dilakukan oleh para tokoh cerita akan dijadikan inspirasi untuk membentuk dan mengembangkan cipta, rasa dan karsa dari anak didik di masa yang akan datang. Begitu  juga dalam pembentukan watak anak didik, mereka akan mencontoh sifat dan karakter serta perilaku tokoh dalam cerita tersebut.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemilihan cerita rakyat sebagai bahan pengajaran sastra di sekolah sangat tepat. Dalam hal ini cerita rakyat dapat digunakan sebagai bahan pembinaan dan pengembangan apresiasi sastra Indonesia dan daerah di sekolah, di masa datang dapat membentuk watak  anak yang nantinya akan dapat menciptakan dan mengembangkan insprasi cipta, rasa dan karsa pada diri anak, di kala krisis moral sedang melanda negeri ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar