Minggu, 20 April 2014

Jembatan Gantung, Sungai Tekelak, Sungai Melawi, Jamban, Steher dan Tambang Penyebrangan




























METODE PENELITIAN SASTRA

ANALISIS UNSUR INTRINSIK DALAM CERITA RAKYAT RADEN TEMENGGUNG SETIA PAHLAWAN KABUPATEN MELAWI KECAMATAN NANGA PINOH.
                       
Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Metode Penelitian Sastra
Dosen Pengampu Dr. Christanto Syam, M.Pd.
                                                                                


oleh
TAUFIK SURAHMAN
F11111049
VI B/Reg. A


UNTAN WARNE.JPG


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2014


A.    Judul Penelitian
Analisis Unsur Intrinsik dalam Cerita Rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh.

B.     Masalah Penelitian
Secara umum masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Bagaimana unsur intrinsik dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh.
Selanjutnya masalah umum tersebut dibatasi menjadi beberapa submasalah yaitu sebagai berikut.
1.      Bagaimana tokoh dan penokohan dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh?
2.      Bagaimana tema dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh?
3.      Bagaimana amanat dan pesan dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan Kabupaten Melawi Kecamatan Nanga Pinoh?

C.    Latar Belakang
1.      Penggambaran Objek/Situasi yang akan Ditelusuri
a.      Aspek/Fokus Penelitian
Indonesia memiliki kekayaan budaya dengan berbagai jenis dan bentuk masing-masing. Budaya yang dimiliki di Indonesia sebagian besar bersumber dari daerah yang masih menjaga kelastrian adat dan tradisinya. Satu di antaranya sebuah cerita yang merupakan peninggalan dari orang tua terdahulu hingga sekarang masih dapat kita nikmati. Cerita yang berupa peninggalan orang tua terdahulu merupakan bagian dari cerita rakyat. Karena cerita tersebut pada dasarnya bersumber dari rakyat serta bertujuan untuk rakyat.
Cerita rakyat merupakan sastra yang disampaikan melalui lisan sehingga dapat termasuk ke dalam sastra lisan. Sastra lisan memiliki jenis yang berbeda-beda. Seperti pantun, mantra, syair, seloka, dongeng, sejarah, cerita dan sebagainya. Cerita rakyat yang berjudul “Raden Temenggung Setia Pahlawan” merupakan cerita rakyat yang berupa sejarah. Cerita tersebut mendeskripsikan mengenai perjuangan seorang pahlawan yang bernama Raden Temenggung melawan pasukan penjajah demi memperjuangkan kota Nanga Pinoh.
b.      Masalah Penelitian
Permasalahan dalam peneltian ini adalah bagaimana unsure intrinsik dalam cerita rakyat “Raden Temenggung Setia Pahlawan”. Peneltian ini dilakukan karena mengingat banyaknya potensi budaya yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia tetapi sedikit yang dilestarikan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melestarikan budaya-budaya yang telah ada dari segi cerita rakyat.
Cerita rakyat yang akan diteliti yaitu unsur intrinsinya. Unsur intrinsik yang dimaksudkan adalah unsur intrinsik yang dibatasi oleh tokoh dan penokohan, tema, serta amanat dan pesan. Tokoh erat hubungannya dengan penokohan. Susunan tokoh (drama persone) adalah daftar tokoh-tokoh yang berperan dalam drama. Abram (dalam Nurgiantoro, 2000:165)  mendefinikan  tokoh  adalah  orang-orang  yang  ditampilkan  dalam  suatu  karya  naratif  atau  drama,  yang  oleh  pembaca  ditafsirkan  memiliki  kualitas moral dan kecendrungan tertentu seperti yang ekspreskan dalam ucapan dan apa yang dilaukan dalam tindakan. Tema  berdasarkan pendapat ahli, yaitu Waluyo (2001:24) mengemukan bahwa tema merupakan gagasan pokok yang terkandung dalam drama. Tema berhubungan dengan premis dari drama tersebut yang berhubungan pula dengan nada dasar sebuah drama dan sudut pandang yang dikemukan oleh pengarang. Amanat Menurut Eddy (1991: 15), amanat dalam karya sastra berarti pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengarnya/pemirsa lewat karya ciptanya.
2.      Deskripsi Alasan peneletian
Alasan peneliti tertarik meneliti unsur intrinsik dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan adalah.
a.       Cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan merupakan kekayaan budaya yang dimiliki oleh daerah Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.
b.      Cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan yang sudah mulai tidak dilestarikan lagi oleh kalangan pemuda sekarang.
c.       Cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan merupakan cerita yang bersumber dari lisan sehingga bisa dikatakan sebagai sastra lisan yang sangat menarik dibandingkan dengan sastra lisan yang lainnya.
d.      Cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan dapat dijadika sebagai pengetahuan mengenai sejarah perjuangan seorang pahlawan untuk kemerdekaan kota Nanga Pinoh.
Alsan peneliti memilih Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi untuk dijadikan lokasi penelitian adalah.
a.       Kecamatan Nanga Pinoh merupakan sumber cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan tersebut.
b.      Banyak dikalangan orang tua yang masih melestarikan cerita tersebut, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber objek penelitian.
c.       Makam pahlawan Raden Temenggung berada di Kecamatan Nanga Pinoh tepatnya di Desa Tekelak.
d.      Kalangan anak muda di daerah tersebut sudah mulai berkurang dalam memperhatikan mengenai suatu budaya seperti cerita rakyat. Dengan demikian penelitian ini sekaligus untuk meningkatkan minat masyarakat daerah tersebut khususnya anak muda dalam melestarikan budaya yang telah dimiliki.
3.      Deskripsi Hasil Penelitian Terdahulu yang Relevan
Di lingkungan FKIP Untan penelitian tentang cerita rakyat juga pernah dilakukan oleh Suhaimi (2014) dengan judul “Struktur dan Fungsi Cerita Rakyat Pak Alui Sastra Lisan Masyarakat Melayu Kabupaten Sanggau”. Metode yang digunakan Suhaimi dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif serta menggunakan struktur dan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah dengan menggunakan teknik wawancara dan perekam.
Abdul Rani (2013) denagan judul “Analisis Nilai-nilai Akhlak Islam dalam Kumpulan Cerita Rakyat Anak Hantu”. Metode yang digunakan Abdul Rani dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan objektif dan menggunakan bentuk penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah teknik studi dokumenter.
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang telah dipaparkan di atas terdapat persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Persamaan antara penelitian yang akan dilakukan peneliti dengan penelitian sebelumnya yaitu sama-sama membahas tentang cerita rakyat, sama-sama menggunakan metode deskriptif, dan bentuk penelitian kualitatif. Perbedaan antara penelitian yang akan dilakukan peneliti dengan penelitian sebelumnya, pertama, perbedaan dari jenis cerita rakyat yang diteliti, yaitu cerita rakyat berupa dongen dan cerita rakyat yang berupa sejarah. Tempat atau desa yang diteliti yaitu Desa Tekelak Kecamatan Pinoh Utara kabupaten Melawi. Perbedaan permasalahan penelitian, yaitu struktur dan fungsi, nilai-nilai akhlak islam, serta unsur intrinsik dalam cerita rakyat Raden Temenggung Setia Pahlawan sastra lisan masyarakat kabupaten melawi Kecamatan Nanga Pinoh.

4.      Hubungan atau Keterkaitan antara Rencana Penelitian dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berdasarkan Kurikulum 2013
Cerita rakyat merupakan satu di antara jenis sastra lisan. Nilai pendidikan sangat erat kaitannya dengan karya sastra. Setiap karya sastra yang baik, termasuk cerita rakyat, selalu mengungkapkan nilai-nilai yang bermanfaat bagi pembacanya. Nilai-nilai tersebut bersifat mendidik serta menggugah hati pembacanya. Nilai-nilai pendidikan yang dimaksud dapat mencakup nilai pendidikan moral, nilai adat, nilai agama (religi).  Hal ini sesuai dengan pernyataan   Waluyo (1990: 27) bahwa nilai sastra berarti kebaikan yang ada dalam makna karya sastra bagi kehidupan. Nilai sastra dapat berupa nilai medial (menjadi sarana), nilai final (yang dikejar seseorang), nilai kultur, nilai kesusilaan, dan nilai agama.
Melalui cerita rakyat, empat keterampilan berbahasa yang meliputi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat ditingkatkan melalui pengajaran cerita rakyat sebagaimateri pengajaran. Dalam mempelajari sebuah karya sastra,  secara otomatis anak didik dapat menyimak cerita dari guru atau teman–temannya. Mereka juga dapat mengungkapkan kembali cerita tersebut, pada sisi lain mereka juga dapat menuliskan isi cerita dengan bahasa mereka sendiri. Hal-hal yang dilakukan oleh para tokoh cerita akan dijadikan inspirasi untuk membentuk dan mengembangkan cipta, rasa dan karsa dari anak didik di masa yang akan datang. Begitu  juga dalam pembentukan watak anak didik, mereka akan mencontoh sifat dan karakter serta perilaku tokoh dalam cerita tersebut.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemilihan cerita rakyat sebagai bahan pengajaran sastra di sekolah sangat tepat. Dalam hal ini cerita rakyat dapat digunakan sebagai bahan pembinaan dan pengembangan apresiasi sastra Indonesia dan daerah di sekolah, di masa datang dapat membentuk watak  anak yang nantinya akan dapat menciptakan dan mengembangkan insprasi cipta, rasa dan karsa pada diri anak, di kala krisis moral sedang melanda negeri ini.

Sabtu, 12 April 2014

RPP SMP kelas VII tentang pantun

Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran


Satuan Pendidikan    : SMP
Mata Pelajaran          : Bahasa Indonesia
Kelas                           : VII
Materi Pokok             :  Teks Tanggapan Deskriptif
Tema                          :  Pengenalan Budaya Indonesia (Teks Deskriptif)
Subtema                     :  Pantun
Alokasi Waktu           :  2X45 Menit


A.    Kompetensi Inti
1.      Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2.      Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3.      Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4.      Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori



B.     Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
No
Kompetensi Dasar
Indikator
1.
1.2             Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.

1.2.1 Meyakini keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
1.2.2 Menekankan berbahasa Indonesia sebagai sarana dalam memahami informasi dalam bentuk lisan dan bentuk tulis.

2.
2.2  Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat tanggapan pribadi atas karya budaya masyarakat Indonesia yang penuh makna

2.2.1 Memiliki perilaku percaya diri selama proses pembelajaran untuk mengungkapkan isi cerita pendek.
2.2.2 Menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas yang berkaitan dengan cerita pendek.
3.
3.1    Mengklasifikasi teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik melalui lisan maupun tulisan.

3.1.1  Mengidentifikasi susunan teks deskriptif berdasar susunan (identifikasi, definisi, deskripsi bagian) teks tanggapan deskriptif.
3.1.2  Menentukan susunan teks deskriptif berdasar susunan teks tanggapan deskriptif.

4.1 Menyusun teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik secara lisan maupun tulisan.

4.1.1  Mengurutkan teks deskriptif acak berdasar susunan teks tanggapan deskriptif.
4.1.2  Menulis teks deskriptif sesuai susunan teks tanggapan deskriptif.

C.    Tujuan Pembelajaran
1.  Siswa  menggunakan Bahasa Indonesia untuk memahami informasi secara lisan dan tulis  sebagai bentuk dari rasa menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai sarana memahami informasi lisan dan tulis.
2.  Siswa menunjukkan perilaku jujur dalam menanggapi hal-hal atau kejadian (tema tentang pantun).
3.  Siswa dengan sikap responsif dan kreatif mengenali teks tanggapan deskriptif dan praktik menulisnya.
4.  Siswa menunjukkan perilaku tanggung jawab dalam membaca  teks deskriptif.
5.  Diberikan model dua teks, siswa dapat membedakan teks deskriptif dan bukan teks deskriptif.
6.  Siswa mengidentifikasi teks deskriptif, berdasarkan susunan teks tanggapan deskriptif.
7.  Dengan sikap jujur dan tanggung jawab, siswa menentukan susunan teks tanggapan deskriptif.
8.  Dengak sikap responsif dan kreatif siswa menulis teks deskriptif.

D.    Materi Pembelajaran
1.      Susunan teks tanggapan deskriptif
Tabel susunan teks tanggapan deskriptif
Bagian Teks Tanggapan Deskriptif
Kalimat
Identifikasi
Definisi
Deskripsi Bagian
2.      Teks deskriptif berjudul  Pantun Indonesia

E.     Metode Pembelajaran
Permainan

F.     Media Pembelajaran
1.      Teks tanggapan deskriptif diketik dikertas A4.
2.      Teks non-deskriptif diketik dikertas A4.
3.      Kertas kosong (kertas ukuran A4 dipotong menjadi dua).
4.      Teks deskriptif acak (teks dipotong-potong dimasukkan ke dalam amplop).
5.      Tabel susunan teks hasil observasi.

G.    Sumber Belajar
Zabadi, Fairul, dkk. Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan SMP/MTs Kelas VII. 2013. Jakarta: Kemendikbud.

H.    Langkah-Langkah Pembelajaran
1.      Pertemuan Pertama (80 menit)
a.  Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
No
Langkah-langkah
Alokasi Waktu
1
Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2 menit
2
Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
5 menit
3
Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
3 menit

b.  Kegiatan inti (60 menit)
No
Langkah-langkah
Alokasi Waktu
1
Siswa mendapat teks deskrptif berjudul Pantun Indonesia
2 menit
2
Siswa dengan bimbingan guru mengidentifikasi teks bersama-sama untuk menentukan susunan teks tanggapan deskriptif
10 menit
3
Siswa membentuk kelompok, 1 kelompok beranggotakan 5 orang, setiap kelompok mendapatkan teks deskriptif acak
2 menit
4
Siswa mendiskusikan teks yang telah diperoleh sebelumnya bersama kelompok
5 menit
5
Dengan sikap jujur, tanggung jawab, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya.
5 menit
6
Dengan sikap kreatif dan responsif kelompok lain memperhatikan dan memberi tanggapan
5 menit
7
Siswa mengidentifikasi susunan teks acak tersebut berdasar susunan teks tanggapan deskriptif
5 menit
8
Siswa (masih dalam kelompok) mendapat teks baru
1 menit
9
Siswa bersama kelompok melengkapi tanda baca, mengisi konjungsi yang kosong, dan mengidentifikasi susunan teks yang telah didapat berdasar susunan teks tanggapan deskriptif
15 menit
10
Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya, dengan sikap jujur, kreatif, dan responsif
5 menit
11
Kelompok lain menanggapi dengan responsif dan santun.
5 menit

c.  Kegiatan Penutup (10 menit)
No
Langkah-langkah
Alokasi Waktu
1
Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2 menit
2
Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialamiproses pembelajaran
3 menit
3
Dengan sikap peduli, responsif, dan santun siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru atas pernyataan mereka tentang hambatan dalam proses pembelajaran
3 menit
4
Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran
Penugasan: siswa mencari data tentang pantun (definisi pantun, ciri-ciri, dan penjelasan dari definisi)
2 menit

2. Pertemuan Kedua (80 menit)
a.  Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
No
Langkah-langkah
Alokasi Waktu
1
Siswa merespon  salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengankondisi dan pembelajaran sebelumnya
2 menit
2
Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
5 menit
3
Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
3 menit



b.  Kegiatan inti (60 menit)
No
Langkah-langkah
Alokasi Waktu
1
Siswa membuat kelompok (kelas dibagi menjadi dua kelompok besar
5 menit
2
Siswa bermain pantun, kelompok satu menyampaikan pantun dan kelompok dua membalas dengan pantun
10 menit
3
Kelompok yang tidak bisa membalas dengan cepat akan mendapat sanksi sesuai kesepatan
5 menit
4
Siswa membuat kerangka untuk menulis teks deskriptif, berdasar data yang telah dibawa dari penugasan sebelumnya
5 menit
5
Siswa menulis teks deskriptif sesuai susunan teks tanggapan deskriptif
15 menit
6
Siswa membacakan tulisan yang telah dibuat (sebagian siswa)
5 menit
7
Siswa saling menukarkan tulisannya untuk dikomentari
5 menit
8
Siswa memperbaiki tulisan sesuai komentar yang diberikan
10 menit

c.  Kegiatan Penutup (10 menit)
No
Langkah-langkah
Alokasi Waktu
1
Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2 menit
2
Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialamiproses pembelajaran
3 menit
3
Dengan sikap peduli, responsif, dan santun siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru atas pernyataan mereka tentang hambatan dalam proses pembelajaran
3 menit
4
Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran
2 menit

I.       Teknik dan Bentuk Instrumen Penenlitian
Teknik
Bentuk
Pengamatan sikap
Lembar pengamatan sikap
Tes tertulis
Tes uraian
Tes lisan
Penilaian verbal




J.      Instrumen Penelitian
Pengamatan sikap
Lembar pengamatan sikap
No
Nama Siswa
Religius
jujur
Tanggung jawab
Teliti/kritis
santun


B
T

M
T

M
B
M
K
B
T
M
T
M
B
M
K
B
T
M
T
M
B
M
K
B
T
M
T
M
B
M
K
B
T
M
T
M
B
M
K



































































Rubrik Penilaian Sikap
Rubrik
skor
Sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan
BT
Menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan tetapi masih sedikit dan belum konsisten
MT
Menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan yang cukup sering dan mulai konsisten
MB
Menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam melakukan kegiatan secara terus-menerus dan konsisten
MK

Tes Tertulis
Tes Uraian
1.      Berdasar data yang telah kamu miliki, buatlah kerangkan untuk menulis teks tanggapan deskriptif!
2.      Urutkan teks acak tersebut sehingga menjadi paragraf yang padu, lalu identifikasi susunan teksnya berdasar susunan teks tanggapan deskriptif!
Tabel susunan teks tanggapan deskriptif
Bagian Teks Tanggapan Deskriptif
Kalimat
Identifikasi
Definisi
Deskripsi Bagian


3.  Rubrik Penilaian
KD
Indikator
Deskriptor
Skor
Ket.
3.3Mengklasifikasiteks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik melalui lisan maupun tulisan
1) Mengidentifikasi susunan teks deskriptif berdasar susunan (identifikasi, definisi, deskripsi bagian) teks tanggapan deskriptif
- Mampu mengidentifikasi ketiga susunan teks deskriptif (identifikasi, definisi, deskripsi bagian)
- Mampu mengidentifikasi dua susunan teks tanggapan deskriptif
- Mampu mengidentifikasi salah satu susunan teks tanggapan deskriptif
3



2


1
2)  Menentukan susunan teks deskriptif berdasar susunan teks tanggapan deskriptif
- Mampu menentukan ketiga susunan teks deskriptif (identifikasi, definisi, deskripsi bagian)
- Mampu menenetukan dua susunan teks tanggapan deskriptif
- Mampu menenetukan salah satu susunan teks tanggapan deskriptif
3



2


1
4.2  Menyusunteks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik secara lisan maupun tulisan
1) Mengurutkan teks deskriptif acak berdasar susunan teks tanggapan deskriptif
- Mampu mengurutkan teks berdasar ketiga susunan teksdeskriptif (identifikasi, definisi, deskripsi bagian)
- Mampu mengurutkan teks berdasar ketiga susunan teks deskriptif tetapi kurang tepat
- Mampu mengurutkan teks berdasar ketiga susunan teks deskriptif tetapi tidak tepat sama sekali
3




2


1
2)  Menulis teks deskriptif sesuai susunan teks tanggapan deskriptif
-  Mampu menulis teks hasil observasi berdasar ketiga susunan teks deskriptif (identifikasi, definisi, deskripsi bagian)
-  Mampu menulis teks tanggapan deskriptif hanya mencakup dua susunan teks deskriptif
-  Mampu menulis teks tanggapan deskriptif hanya mencakup salah satu susunan teks tanggapan deskriptif
3




2



1









Lampiran teks

Pantun Indonesia
Pantun merupakan tradisi lisan yang masih bertahan di beberapa daerah di Indonesia, khususnya daerah yang berbudaya Melayu. Pantun digunakan sebagai alat untuk bersosialisasi. Kegiatan seni berbalas pantun dilakukan pada upacara-upacara adat yan mempunyai nuansa Melayu.
Keseluruhan bentuk pantun berupan sampiran dan isi. Sampiran terletak pada baris pertama dan kedua biasanya tidak berhubugan secara langsung dengan bagian kedua. Baris ketiga dan keempat ialah bagian isi yang merupakan tujuan dari puisi tersebut. Sejumlah baris yang selalu genap merupakan satu kesatuan yang disebut bait/kuplet. Setiap baris terdiri atas empat kata yang dibentuk dari 8—12 suku kata (umumnya 10 suku kata). Persajakan antara sampiran dan isi selslu paralel (ab-ab)
Berdasarkan bentuk/jumlah baris tiap bait, pantun dibedakan menjadi pantu biasa, pantun kilat, pantun berkait, dan talibun. Pantun biasa adalah pantun yang terdiri atas empat baris tiap bait. Pantun kilat/karmina adalah pantun yang hanya tersusun atas dua baris. Pantun berkait merupakan pantun yagn tersusun secara berngakai, saling mengait antara bait pertama dan bait berikutnya. Talibun adalah pantun yagnn tediri atas lebih dari empat baris, tetapi selalu genap jumlahnya.
Berdasarkan isinya, pantung dibedakan menjadi pantun anak-anak (pantung bersuka cita, pantun berduka cita), pantun muda (pantun perkenalan, pantun berkasih-kasihan, pantun perceraian, pantun beriba hati, pantun dagang), pantun tua (pantun nasihat, pantun adat, pantun agama), pantun jenaka, dan pantun teka-teki.
1.      Setelah membaca teks tersebut, sekarang coba jawab pertanyaan berikut!
a.       Apakah pantun itu?
b.      Seperti apakah bentuk pantun itu?
c.       Apa saja jenis pantun berdasarkan bentuk?
d.      Apa saja jenis pantun berdasarkan isi?
Teks acak
No
Kalimat
Pantun adalah puisi Melayu asli yang sudah mengakar lama di budaya masyarakat. Pantun salah satu jenis karya sastra yang lama.
Pantun kilat/ karmina  adalah pantun yang hanya tersusun atas dua baris
Sampiran terletak pada baris pertama dan kedua dan biasanya tidak berhubungan secara langsung dengan bagian kedua
Pantun berkait adalah pantun yang tersusun secara berangkai, saling mengait antara bait pertama dan bait berikutnya
Berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi pantun pantun anak-anak (pantung bersuka cita, pantun berduka cita), pantun muda (pantun perkenalan, pantun berkasih-kasihan, pantun perceraian, pantun beriba hati, pantun dagang), pantun tua (pantun nasihat, pantun adat, pantun agama), pantun jenaka, dan pantun teka-teki.
Keseluruhan bentuk pantun berupa sampiran dan isi
Berdasarkan  bentuk/jumlah baris tiap bait, pantun dibedakan menjadi Pantun biasa, yaitu pantun yang terdiri dari empat beris tiap bait
Talibun adalah pantun yang terdiri lebih dari empat beris tetapi selalu genap jumlahnya, separuh merupakan sampiran, dan separuh lainnya merupakan isi
Sejumlah baris yang selalu genap yang merupakan satu kesatuan disebut bait/kuplet
Setiap baris terdiri atas empat kata yang dibentuk dari 8—12 suku kata (umumnya 10 suku kata)
Kegiatan seni berbalas pantun dilakukan pada upacara-upacara adat yang mempunyai nuansa Melayu
Pantun digunakan sebagai alat untuk bersosialisasi
Persajakan antara sampiran dan isi selalu paralel (ab-ab)
Baris ketiga dan keempat ialah bagian isi yang merupakan tujuan puisi tersebut
Pantun merupakan tradisi lisan yang masih bertahan di beberapa daerah di Indonesia, khususnya daerah yang berbudaya Melayu


2.      Susun dan bacakanlah hasil kerjamu secara bergantian di dalam kelompok.
3.      Untuk lebih memahami isi yang ada di dalam pantun Indonesia tersebut, coba kamu jawab pertanyaan berikut secara berkelompok!
a.       Berapa larik yang ada dalam bait pantun?
b.      Satu larik pantun terdiri atas berapa kata?
c.       Satu larik pantun terdiri atas berapa suku kata?

4.      Isilah kalimat berikut dengan konjungsi dan, tetapi, atau atau!
a.       Ketika pantun telah kehilangan roh untuk menghidupkan kata, pantun tidak lagi berfungsi sebagai penuntun kehidupan, ... sekadar hiburan belaka.
b.      Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (... empat baris bila dituliskan) dan bersajak akhir dengan pola a-b-a-b (tidak boleh a-a-a-a, a-a-b-b, ... abba).
c.       Bentuk pantun terdiri atas dua bagian, sampiran ... isi.
d.      Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam ... mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya, ... biasanya tak punya hubungan dengan baris kedua yang disebut isi yang menyampaikan maksud tujuan.

Lembar Jawaban
1.      a. Pantun merupakan tradisi lisan yang masih bertahan di beberapa daerah di Indonesia, khususnya daerah yang berbudaya Melayu.
b. Keseluruhan bentuk pantun berupan sampiran dan isi. Sampiran terletak pada baris pertama dan kedua biasanya tidak berhubugan secara langsung dengan bagian kedua. Baris ketiga dan keempat ialah bagian isi yang merupakan tujuan dari puisi tersebut.
c. Berdasarkan bentuk/jumlah baris tiap bait, pantun dibedakan menjadi pantu biasa, pantun kilat, pantun berkait, dan talibun.
d. Berdasarkan isinya, pantung dibedakan menjadi pantun anak-anak (pantung bersuka cita, pantun berduka cita), pantun muda (pantun perkenalan, pantun berkasih-kasihan, pantun perceraian, pantun beriba hati, pantun dagang), pantun tua (pantun nasihat, pantun adat, pantun agama), pantun jenaka, dan pantun teka-teki.
2.      Susunan urutan kalimat berdasarkan nomornya adalah:
1
11
6
12
15
5
10
13
8
9
4
3
14
7
2

3.      a. bait dalam pantun terdiri atas empat larik
b. satu larik pantun terdiri atas empat kata
c. satu larik pantun terdiri atas 8—12 suku kata (umumnya 10 suku kata)

4.      a. tetapi
b. atau, atau
c. dan

d. dan, tetapi